Baik… Buruk… Benar… Salah… itu milik siapa?
Siapa yang berhak menghakimi?

Anda?
Hakim Agung?
Atau siapa?

Apakah benar = baik?
Lalu apakah salah selalu buruh?

Bukankah Tuhan menciptakan kanan dan juga kiri?
Kenapa kiri harus ada kalau kanan yang dituju?
Kenapa Anda harus menjadi kanan?
Lalu siapa yang akan mengisi kiri?

Seberapa yakin Anda bahwa menjadi kanan adalah suatu yang dituju?
Bagaimana kalau Anda ditakdirkan untuk menjadi kiri?

Saya yakin, apapun ideologi, kepercayaan Anda, apapun nama agama yang kenakan, Tuhan menciptakan dua sisi ini di dalamnya.
Ada kiri dan ada kanan, semua dalam porsinya masing-masing.

Dalam cerita layar kaca, atau semacamnya, apa bisa cerita berjalan jika semua peran adalah protagonis tanpa antagonis?

Kenapa tak coba berdiri di depan sebuah cermin, pandangi diri sekali lagi. Bayangkan untuk apa Anda diciptakan. Sebagai apa Anda dilahirkan, kanan atau kiri.

Saya adalah tomat, saya tak akan mencoba menjadi cabai. Karena bagi saya, sekali saja tomat menjadi cabai, ibu-ibu yang sedang membuat sambal akan bingung, “ini tomat kok mirip cabai. Ini tomat apa cabai?”. Masih bagus kalau saya hanya dipinggirkan, tak jadi berguna untuk ibu tersebut. Bagaimana kalau saya dibuang ke tempat sampah?

Mbuh lah cuk, mengepeh aku iki! Kesurupan setan hotspot gazebo pojok koyoke nulis ngenean. Semoga bermanfaat, lah. Kalo gak bermanfaat ya semoga Anda jadi ga nganggur kerna baca ini. Hehehe..

By: Decky
Surabaya, 14 Maret 2014 18:12 WIB di Gazebo Pojok Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: